Budidaya Lele

Inilah 6 Jenis Kolam Terbaik Untuk Budidaya Ikan Lele

Jenis Kolam Budidaya Lele Beserta Kelebihan serta Kelemahannya

Ikan lele bisa dibudidayakan di sebagian jenis kolam. Ketika anda ingin melakukan budidaya lele maka anda mesti menemukan variasi kolam budidaya lele yang tepat untuk dipakai. Berikut merupakan beberapa macam sistem budidaya ikan lele yang bisa diaplikasikan untuk memelihara lele :

1. Kolam Tanah Sebagai Media Budidaya Lele

Kolam tanah menjadi jenis kolam budidaya lele yang paling sederhana dan bisa dikatakan sebagai cara tradisional untuk budidaya lele. Kolam tanah juga biasa disebut blumbang, empang, atau balong.

Keunggulan kolam tanah :

  • Alami sehingga tak ada pencemaran bahan kimia apa saja di air kolam lele.
  • Hemat sebab tidak memerlukan alat ataupun bahan yang mahal.
  • Banyak mikroorganisme natural yang tumbuh di kolam dan bisa menjadi makanan ikan lele.
  • Air kolam tak perlu sering diganti.

Kekurangan kolam tanah :

  • Menghabiskan lahan yang luas.
  • Ikan lele dapat rentan terkena penyakit dan hama.
  • Suhu kolam sulit dikendalikan sebab dampak cuaca.
  • Susah membedakan ikan kecil dan ikan besar sebab air kolam tanah yang keruh.
  • Kwalitas lele yang hidup di kolam tanah tak seperti itu bagus sehingga bisa menurunkan skor jual.
Kolam Tanah Budidaya Ikan Lele

2. Kolam Semen

Kolam semen yaitu jenis kolam budidaya ikan lele yang hampir mirip dengan kolam tanah tapi dinding dan dasar kolam disemen. Macam kolam ini juga banyak digunakan sebab diukur kuat dan aman untuk memelihara ikan lele.

Kelebihan kolam Semen :

  • Tahan lama karena bangunannya kuat, kolam semen diketahui dapat bertahan malahan hingga 10 tahun.
  • Temperatur air kolam dapat diatur dengan mudah.
  • Penggantian air kolam bisa dijalankan dengan lebih mudah.

Kekurangan kolam semen :

  • Membutuhkan tarif yang besar.
  • Dikala kolam rusak, pembetulan kolam akan lebih sulit untuk dijalankan.
  • Perlu disterilkan beberapa hari supaya bau semen hilang dan kolam bisa menjadi tempat hidup yang aman untuk budidaya lele.
  • Mudah ditumbuhi lumut.
Kolam Semen BudidayaIkan Lele

3. Kolam Jaring Apung atau Keramba

Kolam jaring apung atau keramba adalah macam kolam yang mengaplikasikan jaring sebagai penampung ikan. Kolam ini biasanya digunakan di pinggir sungai ataupun danau. Kolam budidaya lele dari jaring ini juga umum digunakan di kolam tanah untuk memudahkan kontrol pertumbuhan ikan lele.

Kelebihan kolam jaring apung :

  • Lahan budidaya bisa benar-benar luas.
  • Pengaturan ikan bisa dilaksanakan dengan gampang.
  • Menghasilkan lingkungan yang natural sehingga ikan bisa tumbuh optimal.

Kekurangan kolam jaring apung :

  • Suhu air kolam budidaya lele akan susah dipegang.
  • Ikan lele rawan terserang penyakit.
  • Bisa hanyut dan mudah rusak apalagi dikala musim hujan.
  • Ikan mudah lepas jikalau jaring rusak atau berlubang.
Kolam Keramba Budidaya Ikan Lele

4. Kolam Fiber

Kolam fiber adalah variasi kolam tempat budidaya ikan lele buatan yang amat praktis dan lazimnya mempunyai desain yang menarik dengan berjenis-jenis warna.

Kelebihan kolam fiber :

  • Memiliki energi yang bagus.
  • Bisa dipindahkan dengan gampang.
  • Tahan lama.
  • Gampang dibersihkan.
  • Ikan lele dapat terlindung dari hama dan penyakit.

Kekurangan kolam fiber :

  • Biayanya lebih mahal.
  • Air kolam mesti sering kali diganti.
  • Jumlah ikan yang bisa ditampung betul-betul terbatas.
Kolam Fiber Budidaya Ikan Lele

5. Kolam Drum

Kolam drum yaitu jenis kolam yang terbuat dari drum bisa drum besi maupun drum plastik. Jenis kolam budidaya lele ini diukur benar-benar praktis dan tetap dapat menjadi daerah tumbuh ikan lele secara optimal.

Kelebihan kolam drum :

  • Perawatannya mudah.
  • Dapat dipindahkan dengan gampang.
  • Air kolam dapat lebih mudah dikontrol kualitasnya.
  • Suhu air kolam bisa dikuasai dengan gampang.

Kekurangan kolam drum :

  • Tarif lumayan mahal.
  • Jumlah ikan yang bisa ditampung tidak banyak.
  • Penggantian air kolam wajib acap kali dilakukan.
Kolam Drum Budidaya Ikan Lele

6. Kolam Terpal

Kolam terpal yaitu tipe kolam budidaya lele yang saat ini sedang benar-benar populer di kalangan pelaku budidaya ikan air tawar. Tipe kolam budidaya lele ini terbuat dari bahan terpal yang kuat dan dibangun dengan kerangka besi yang kuat.

Kolam lele ini juga didesain mempunyai lubang drainase yang bisa memudahkan anda untuk menjaga kebersihan air kolam.

Kelebihan kolam terpal :

  • Tarif lebih murah.
  • Bisa dijadikan di lahan yang sempit.
  • Ikan terlindung dari hama maupun penyakit.
  • Penggantian air bisa dilaksanakan dengan gampang.
  • Lele yang dipelihara di kolam terpal akan hidup sehat dan bersih, serta tidak berbau.
  • Peluang hidup ikan lebih tinggi.
  • Bendung Lama sampai 6 tahun pun lebih.

Ada banyak macam kolam budidaya lele yang bisa anda gunakan. Anda dapat memilih jenis kolam yang berdasarkan anda paling menguntungkan. Dari banyaknya jenis kolam yang ada, kolam terpal menjadi cara budidaya ikan lele di terpal yang dievaluasi paling menguntungkan sehingga anda disarankan untuk menerapkan cara budidaya ikan lele kolam terpal bagi pemula.

Kolam Terpal Budidaya Ikan Lele

Kolam Terpal Bulat, Media Terbaik untuk budidaya Ikan Lele

Tipe kolam lele terpal bulat sangat populer ketika ini. Kolam terpal bulat mempunyai banyak kelebihan. Ada banyak sekali profit yang dapat anda dapatkan jikalau anda menggunakan kolam terpal bulat sebagai media untuk memelihara lele.

Kolam terpal bulat menjadi pilihan kolam lele terbaik yang bisa anda gunakan jika anda ingin berhasil menjalankan budidaya ikan lele. Memangnya kenapa patut kolam terpal bulat?

Dari sekian banyaknya jenis kolam lele yang dapat diterapkan mengapa kolam terpal bulat amat dianjurkan? Tentu ada alasan mengapa kolam terpal bulat sangat dianjurkan untuk anda.

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa budidaya ikan lele sistem bioflok membutuhkan biaya yang lebih hemat. Selain itu, tipe kolam lele terpal ini juga kuat dan tahan lama dipakai.

Penerapan kolam terpal ternyata juga benar-benar baik untuk kesehatan dan kualitas lele itu sendiri. Berikut beberapa profit penggunaan kolam terpal yang berhubungan dengan keadaan lele :

1. Ikan Tumbuh Sehat

Ikan lele akan tumbuh dengan sehat di kolam terpal bulat. Lele yang tumbuh di kolam terpal bulat bisa terlindung dari hama ataupun berjenis-jenis ragam penyakit. Dengan demikian itu lele dapat tumbuh sehat malahan dari mulai bibit hingga menjadi lele dewasa.

2. Daya Tampung Banyak

Anda dapat memelihara ikan lele dalam jumlah yang lebih banyak di dalam kolam terpal bulat. Kolam terpal bulat bisa menampung lele dalam jumlah yang lebih banyak dari macam kolam lele lainnya. Padahal tenaga tampungnya banyak, namun ikan konsisten bisa tumbuh dengan sehat dan maksimal.

Kolam Terpal Budi Daya Ikan Lele

3. Tumbuh Seragam

Memelihara lele di kolam terpal bulat sangat menguntungkan sebab ikan lele bisa tumbuh seragam. Lele dapat tumbuh dengan status yang sama jadi saat telah tiba waktunya panen anda akan mendapatkan lele dengan ukuran yang sama.

Keuntungan yang anda dapatkan juga bisa lebih optimal sebab ukuran lele yang diperoleh seragam. Terang sekali bahwa kolam terpal bulat mempunyai banyak kelebihan. Kolam terpal bulat dapat dipakai di lahan yang sempit sekalipun.

Jadi, meski anda memiliki lahan yang terbatas, anda tetap dapat menghasilkan niat anda untuk mengerjakan budidaya ikan. Tak ada alasan bagi anda untuk tak menerapkan kolam terpal bulat sebagai media untuk memelihara lele.

Ukuran Kolam Lele 1000 ekor, 2000 ekor, 5000 ekor, 10000 ekor untuk Kolam Terpal Bulat

Daya Tampung Kolam Terpal

Bagan kekuatan tampung ikan tersebut yaitu ukuran kolam lele yang pas untuk pembesaran. Anda dapat menyesuaikan wujud lahan serta dana yang Anda punya untuk memutuskan akan menggunakan ukuran diameter berapa.

Kemudahan Mengaplikasikan Kolam Terpal Bulat

Kolam terpal bulat benar-benar gampang diperoleh saat ini. Ada banyak tempat yang menjual kolam terpal bulat dengan kualitas terbaik. Harga kolam terpal juga tergolong murah dan anda bisa memilih kolam terpal dengan ukuran yang paling tepat dan sesuai kebutuhan anda.

Tak cuma gampang diperoleh, kolam terpal bulat juga sungguh-sungguh mudah untuk dibangun. Lazimnya, ketika anda membeli produk kolam terpal bulat anda sudah mendapatkan perlengkapan komplit yang dibutuhkan untuk membangun kolam.

Kecuali itu, progres cara kerja kolam terpal bulat juga tergolong singkat sehingga anda dapat seketika menciptakan agenda anda untuk melaksanakan budidaya lele. Tak perlu banyak pertimbangan lagi, anda bisa seketika membeli kolam terpal bulat sebagai media untuk budidaya lele.

Ikan lele anda bisa tumbuh dengan sehat dan optimal menggunakan kolam terpal bulat. Pastikan anda membeli kolam terpal lele yang bermutu dan kuat sehingga bisa diterapkan untuk rentang waktu yang lama.

6 Faktor Penting Budidaya Ikan Lele Yang Baik

6 Faktor Penting Budidaya Ikan Lele Yang Baik

Budidaya Ikan Lele

Ikan lele adalah salah satu tipe ikan yang mampu hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi beban tubuh yang bagus. Dengan sifat seperti ini, budidaya lele akan amat menguntungkan apabila dijalankan secara intensif.

Terdapat dua segmen usaha budidaya lele, adalah segmen pembibitan dan segmen pembesaran. Segmen pembibitan bertujuan untuk menghasilkan bibit lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan lele siap konsumsi. Pada peluang kali ini Calang akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya lele segmen pembesaran.

1. Penyiapan Kolam Tempat Budidaya Ikan Lele

Ada berbagai jenis kolam yang bisa diaplikasikan untuk tempat budi daya ikan lele. Tiap-tiap jenis kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing sekiranya ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk mempertimbangkan kolam apa yang sesuai, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan energi kerja, dan sumber daya alam.

Jenis-jenis kolam yang umum dipakai adalah budidaya ikan lele di kolam terpal, kolam tanah, kolam semen, jaring apung dan keramba. Tetapi dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat tipe kolam ini paling banyak dipakai oleh para peternak ikan.

Level yang sepatutnya dilaksanakan dalam menyiapkan kolam tanah ialah sebagai berikut:

Pengeringan dan Pengolahan Tanah

Sebelum bibit lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bertumpu pada teriknya sinar matahari. Sebagai tolok ukur, apabila permukaan tanah telah retak-retak, kolam bisa dianggap telah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.

Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah dibutuhkan untuk membetuli kegemburan tanah dan membuang gas berbahaya yang tertimbun di dalam tanah. Berbarengan dengan progres pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam.

Lumpur hal yang demikian umumnya beraroma busuk sebab mengandung gas-gas berbahaya seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.

Pengapuran dan Pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan menolong memberantas mikroorganisme patogen. Tipe kapur yang diterapkan merupakan dolomit atau kapur tohor. Pengapuran dilakukan dengan sistem ditebar secara merata di permukaan dasar kolam.

Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur mengabsorpsi ke bagian dalam. Dosis yang dibutuhkan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin tinggi tingkat keasaman tanah, semakin banyak kapur yang diperlukan.

Langkah selanjutnya ialah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Tipe pupuk organik yang direkomendasikan ialah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi.

Walaupun pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan gizi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berkhasiat untuk makanan alami lele.

Pengendalian Air Kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele yaitu 100-120 cm. Pengisian kolam dilaksanakan secara berjenjang. Sesudah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.

Dengan kedalaman seperti itu, cahaya sang surya masih dapat tembus sampai dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang telah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.

Setelah satu pekan, benih lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara terstruktur sesuai dengan pertumbuhan lele hingga pada ketinggian tepat.

2. Pemilihan Benih Lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditetapkan oleh kwalitas benih yang ditebar. Ada beberapa tipe lele yang umum dibudidayakan di Indonesia.

Kami memberi rekomendasi variasi lele Sangkuriang yang dioptimalkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang adalah hasil pembenaran dari lele dumbo. BBPBAT memaksimalkan lele sangkuriang sebab mutu lele dumbo yang ketika ini beredar di masyarakat kian menurun dari waktu ke waktu. Bibit lele dapat kita peroleh dengan cara membeli atau menjalankan pembibitan lele sendiri.

Syarat Benih Unggul

Benih yang ditebar seharusnya benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri ikan lele (benih) yang sehat gerakannya lincah, tak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal.

Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Bila ikan hal yang demikian menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya bagus. Ukuran bibit untuk budidaya lele biasanya mempunyai panjang sekitar 5-7 cm.

Usahakan ukurannya rata agar ikan dapat tumbuh dan berkembang serempak. Dari bibit sebesar itu, dalam rentang waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan diperoleh lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

Sistem Menebar Bibit

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim secara khusus dulu. Caranya, masukan bibit dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit supaya terjadi penyesuaian temperatur tempat benih dengan temperatur kolam sebagai lingkungan barunya.

Miringkan wadah dan biarkan bibit keluar dengan sendirinya. Metode ini berkhasiat mencegah stres pada bibit. Tebarkan bibit lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik mutu air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang dapat ditampung.

Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm dikala bibit ditebar. Menetapkan ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernafas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai menempuh ketinggian air yang tepat.

Maka Kapasitas Kolam

Berikut ini sistem menghitung kapasitas kolam untuk budidaya lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Tingkat kepadatan tebar bibit lele yang disarankan umumnya 200-400 ekor per meter persegi. Rekomendasi, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter karenanya jumlah benih ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, optimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.

Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

3. Pakan Untuk Budidaya Ikan Lele

pakan lele menurut umurnya dengan asumsi bibit 1000 tersaji dalam Tabel berikut :

Pakan yaitu komponen tarif terbesar dalam budidaya lele. Ada banyak sekali merek dan tipe pakan di pasaran. Pakan lele yang bagus ialah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR yaitu rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging.

Semakin kecil skor FCR, semakin bagus mutu pakan. Untuk menempuh hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara setara. Jika pakan pabrik terasa mahal, silahkan mencoba untuk membuat pakan lele sendiri.

Pemberian Pakan Utama

Sebagai ikan karnivora, pakan protein ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara lazim kandungan nutrisi yang dibutuhkan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pelet yang dipasarkan dipasaran rata-rata telah dilengkapi dengan keterangan kandungan gizi.

Tinggal kita mahir-pandai memilih mana yang bisa diandalkan. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa. Pakan seharusnya diberi pantas dengan kebutuhan. Secara biasa tiap harinya lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Umpamanya, lele dengan beban 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor.

Kemudian tiap-tiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua pekan memasuki panen, prosentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh. Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan.

Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian makan ikan lele yang masih kecil seharusnya lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, petang dan malam hari. Lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada petang dan malam hari.

Si pemberi pakan mesti jeli mengamati respon ikan. Berikan pakan ketika lele agresif menyantap pakan dan stop jika ikan telah tampak malas untuk menyantapnya.

Pemberian Pakan Tambahan

Pemberian pakan tambahan benar-benar membantu menghemat tarif pengeluaran pakan yang menguras kantong. Seandainya kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, dapat dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah merupakan hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak cocok dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya.

Dapat juga dengan membikin belatung dari campuran ampas tahu. Keong mas dan limbah ayam dapat dikasih dengan pengolahan lebih-lebih dulu. Pengolahannya dapat dikerjakan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.

4. Pengelolaan Air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele ialah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil optimal kwalitas dan kuantitas air wajib tetap terjaga. Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tak habis di dasar kolam.

Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah kemudian isi lagi dengan air baru.

5. Penguasaan Hama dan Penyakit

Hama yang paling lazim dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Walaupun hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya merupakan dengan memasang filter pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Penyakit pada budidaya lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan beraneka penyakit yang mematikan. Sebagian diantaranya merupakan bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi yaitu dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28C.

Kecuali penyakit infeksi, lele juga dapat terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengenal lebih jauh tentang pengaturan penyakit silahkan baca pembatasan hama dan penyakit lele.

6. Panen Budidaya Ikan Lele

Ikan lele dapat dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu dapat dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari bibit berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi dalam negeri, lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya lele tidak dikasih pakan agar tak membuang kotoran ketika diangkut. Pada saat lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya sebab ini akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.